Yayasan Danudirja Setyabudi Nusantara tengah menggarap sebuah film dokumenter yang mendokumentasikan organologi, seluk-beluk pembuatan dan bunyi alat musik, bas bambu khas Massenrempulu di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Berbeda dari dokumentasi pertunjukan pada umumnya, karya ini menempatkan instrumen bambu itu sendiri sebagai tokoh utama: dari mana ia berasal, bagaimana ia dibuat, bagaimana ia berbunyi, dan bagaimana ia terus berkembang hingga hari ini.
Mengangkat pengetahuan yang selama ini diwariskan secara lisan
Bas bambu Massenrempulu menyimpan pengetahuan yang kaya namun nyaris tidak pernah tertulis. Melalui tahap observasi dan wawancara bersama para maestro serta pegiat musik bambu di Enrekang, tim dokumentasi menelusuri berbagai aspek penting, di antaranya:
- Asal-usul dan silsilahnya, termasuk pengaruh guru-guru dari berbagai daerah yang turut membentuk sistem musiknya.
- Anatomi alat, mulai dari tingkatan nada, peran suling sebagai acuan, hingga alat pengiring.
- Proses pembuatan (kriya) — pemilihan bambu, pengeringan, pengukuran, dan penyetelan yang menuntut ketelitian dan pengalaman.
- Perkembangan alat, termasuk modifikasi yang dilakukan para pegiat untuk menjawab keterbatasan zaman.
- Dimensi sosial dan tantangan regenerasi, mengingat sebagian besar pemainnya kini telah lanjut usia.
Karena pengetahuan ini selama ini hanya diturunkan dari mulut ke mulut, film dokumenter ini sekaligus diharapkan menjadi salah satu upaya pengarsipan yang lebih terdokumentasi atas warisan budaya tersebut.
Kegiatan masih berjalan
Saat ini kegiatan masih berlangsung. Tahap observasi dan pengumpulan data awal telah dirampungkan, dan tim tengah memasuki tahap produksi, yaitu proses pengambilan gambar di lapangan bersama para narasumber dan kelompok musik bambu di Enrekang. Tahapan berikutnya, termasuk penyuntingan dan diseminasi hasil, akan menyusul sesuai rencana kerja program. Perkembangan kegiatan akan kami sampaikan secara berkala melalui kanal ini.
Tentang pendanaan
Kegiatan ini terselenggara atas dukungan Dana Indonesiana melalui program Dokumentasi Karya/Pengetahuan Maestro (DKPM). Dana Indonesiana merupakan program pendanaan kebudayaan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia yang dikelola bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), ditujukan untuk mendukung pelaku dan lembaga kebudayaan dalam melestarikan serta mengembangkan kekayaan budaya Indonesia.
Program ini dijalankan oleh Yayasan Danudirja Setyabudi Nusantara selaku penerima manfaat, dengan pendanaan yang dicairkan secara bertahap sesuai capaian kegiatan. Seluruh pelaksanaan mengacu pada pedoman administrasi dan pelaporan yang ditetapkan pengelola program.
Melalui karya ini, Yayasan Danudirja Setyabudi Nusantara berharap dapat turut menjaga agar musik bas bambu Massenrempulu tetap dikenal, dipelajari, dan diwariskan kepada generasi mendatang.